Ide itu Datang Secara Tiba-tiba Saat Bermain Bersama Kia
(Tentang Penemuan ABACA Flash Card)
Ide membuat game Panen Es Krim dan kartu suku kata berawal dari uji coba Diena Ulfaty, produsen ABACA yang menemukan metode membaca pada ABACA Flash Card terhadap putrinya, Zakiyah (Kia 3,7 tahun). Ide ini muncul ketika Diena hampir putus asa mencarikan media belajar yang tepat untuk anaknya. Awalnya dia merasa malas untuk membuat media belajar sendiri, karena di toko jumlahnya sudah banyak. Namun setiap kali membeli, Diena selalu gagal menemukan metode yang sistematis. Kebanyakan flash card yang ada di toko buku merupakan kumpulan kosakata, suku kata, huruf dan gambar tanpa pengarahan yang jelas. Memang dari sisi fisik kartu tersebut terlihat bagus, begitu pun ilustrasi di dalamnya. Tapi apalah arti semua itu jika dalam pembuatannya tanpa didukung oleh riset dan terkesan “asal-asalan”. Bahkan Diena amat kecewa ketika menemukan sebuah produk yang di dalam pembuatannya melibatkan psikolog anak, tapi buntutnya, metode yang diajarkan jauh dari sistematis. Tidak ada pola yang jelas. Bahkan anak-anak malah menjadi bingung dan rancu memahami simbol sehingga memberi kesan bahwa produk tersebut sengaja mencantumkan nama psikolog anak agar laku keras. Diena sudah mencoba segala media, mulai dari buku, Flash Card, hingga CD, namun semuanya tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Ratusan ribu uang telah dikeluarkan, namun Zakiyah tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Akhirnya muncul ide membuat kartu sendiri. Ide game panen es krim muncul karena Kia sangat suka es krim, jadi agar belajar makin seru maka dia menciptakan game panen es krim pada ABACA Flash Card seri 1. Suku katanya pun diklasifikasikan di dalam beberapa box, agar anak tidak rancu terhadap suku kata seperti “ba” dan “da”, “pa” dan “qa”, serta “ma” dan “wa”.
Tak disangka dengan Flash Card buatannya itu, Kia mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hanya dibutuhkan waktu KURANG dari 30 menit agar Kia hafal seluruh suku kata akhiran “a”. Tak hanya itu, Flash Card tersebut juga mempererat hubungan Diena dengan putrinya, karena Kia jadi kecanduan game Panen Es Krim dan selalu mengajak Umminya bermain ABACA.
Mendapat Pesanan dari Teman Facebook
Selain mengajar, Diena juga hobi menulis. Itulah yang membuatnya tertarik bergabung dalam grup Ibu-Ibu Doyan Nulis di sebuah situs jejaring sosial (Facebook) pimpinan Indari Mastuti. Di grup IIDN, Diena mengikuti berbagai antologi yang diselenggarakan oleh grup tersebut. Tak heran jika kemudian buku antologi yang diterbitkan melalui grup tersebut makin banyak, saat ini telah ada sekitar 10 buku antologi yg ditulis Diena dan 1 buku solo. Rupanya, hobi menulis dan aktif mengikuti berbagai antologi memberinya peluang menjadi pengusaha di bidang edukasi. Bagaimana tidak? Tulisan Diena bertema Amazing Mom yang dipublikasikan di dokumen grup mendapat respon positif dari anggota grup. Di dalam tulisan tersebut Diena menceritakan sedikit tentang keberhasilan Kia dalam belajar membaca melalui flash card yang dibuatnya, Diena juga menyebut-nyebut game panen es krim dalam artikelnya itu. Akhirnya tanpa disangka-sangka seorang pembaca yang sekaligus penulis, tertarik dengan flash card buatan Diena dan memesan 1 paket. Awalnya Diena ragu untuk menerima pesanan karena dia tidak berniat untuk menjual kartu. Tapi permintaan pasar yang cukup besar membuatnya bertekad menerbitkan ABACA Flashcard dan menjualnya secara online.
Diena Ulfaty
Harga eceran ABACA flashcards
seri 1 (panen es krim) : IDR 45.000
seri 2 (menguak misteri rumah stroberi) : IDR 45.000
seri 3 (mencari harta karun) :IDR 50.900
seri bahasa inggris (cars mania:for boys) : IDR 47.900
seri bahasa inggris (delicious cake:for girls) : IDR 47.900
Beli 3 diskon 10%, beli 4 diskon 15%, "resellers are welcome"
(semua harga belum termasuk ongkir)
belajar membaca dengan abaca jadi lebih menyenangkan, bisa digunakan untuk anak dari usia 2 tahun (atau ketika anak sudah mulai bisa berbicara)
Informasi dan pemesanan - 085729824577 (sms & whatsapp only)
facebook - ibelle babyshop hanaroo




Tidak ada komentar:
Posting Komentar